Aksi Mengagumkan Pengolahan Air Limbah di Mal

Merujuk Peraturan Gubernur DKI Jakarta No 122 tahun 2005, tentang tata cara membuang air limbah ke saluran kota, maka pengelola gedung melakukan treatment, untuk mengolah air limbah melalui proses recycling. “Proses recycling air limbah domestik atau Sewage Treatment Plant (STP) dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain ‘Rotor disk dan Conventional/Extended aeration’.

Rotor disk adalah sistem di mana pemberian oksigen bagi bakteri dengan cara membiakkan bakteri yang menempel pada disk sehingga bakteri akan kontak dengan oksigen, sedang pada saat bakteri ada di dalam cairan mereka akan makan kotoran yang ada pada cairan tersebut.

Sementara Conventional/Extended aeration, suatu sistem di mana pemberian oksigen dilakukan dengan cara menyemburkan oksigen ke dalam cairan dengan mengunakan ROOT BLOWER/ RING BLOWER. Pada sistem ini diperlukan area yang luas.

Dalam penyediaan air bersih, kota Jakarta masih kekurangan air bersih sekitar 9.100 liter per detik. Kebutuhan air bersih bagi warga Jakarta yang mencapai 10 juta jiwa sebanyak 26.100 liter perdetik. Sedangkan, air bersih yang dapat dikelola dan didistribusikan dua operator Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jaya, PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta sebanyak 17.000 liter per detik. “Jadi Jakarta masih kekurangan air,” kata Erlan, Direktur Utama PDAM Jaya dalam acara Palyja Media Workshop, Puncak, Jawa Barat, Kamis (21/1/2016). Dia mengatakan, Jakarta tidak memiliki sumber mata air. Satu-satunya sumber air di Jakarta hanya air tanah. Dengan kekurangan air bersih itu, mengakibatkan masih banyaknya warga yang menggunakan air tanah bagi keperluan hidup sehari-hari. “Tiga persen permukaan yang ada di Jakarta, dua persen diantaranya adalah air di sungai-sungai yang kemudian dikelola jadi air minum bagi penduduk Jakarta,” ujarnya.

Adalah seorang Handaka Santosa, CEO Senayan City, salah satu mal besar di Jakarta, dengan aksi nyatanya yang mengagumkan telah memelopori pengolahan limbah di mal. Alasan utamanya hanya satu, yaitu untuk mendukung gerakan hidup hijau atau yang lebih dikenal dengan istilah Go Green. Menurutnya, pemanfaatan limbah ini dilakukan sebagai salah satu upaya nyata Senayan City terhadap gerakan pelestarian lingkungan. “Hal tersebut dilakukan untuk go green, di mana saat ini gaya hidup go green sangat disukai dan didukung oleh masyarakat,” ujarnya.

(Selengkapnya baca di sini)

Tulisan ini atas sumbangsih dari Hetty

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *