Bukan Sulap, Energi Alternatif dari Kulit Padi

SEKAM atau kulit terluar dari gabah saat ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Sejauh ini pemanfaatan sekam padi sebagai pengisi dan pembakaran bata merah yang menjadi industri masyarakat pedesaan pada musim kemarau dan juga sebagai penambah pakan ternak.

Sebagai limbah dari hasil penggilingan padi, sekam dapat dikatakan memiliki masalah sendiri. Jumlahnya yang banyak membutuhkan tempat yang besar, proses penghancurannya lambat . Hal ini jika tidak segera diolah akan berdampak pada lingkungan.

Alasan inilah yang menjadi hal utama agar sekam dapat diolah sebagai sumberenergi alternatif. Selain dapat mengurangi limbah, namun juga dapat memenuhi sumber energi kepada masyarakat. Adapun pengolahan sekam menjadi energi alternatif dapat berupa kompor maupun berupa briket sekam.

Kompor yang dimodifikasi  menjadi Kompor sekam yang praktis dan murah, sehingga mudah terjangkau oleh masyarakat luas. Fungsi kompor sekam, bisa sebagai alat substitusi menggantikan 100 persen minyak tanah. Namun, bisa juga sebagai komplementasi, yang bisa mengurangi biaya pembelian minyak tanah.

Untuk lebih memudahkan diversifikasi penggunaan sekam, bentuk yang lebih sederhana, praktis dan tidak voluminous. Bentuk tersebut adalah arang sekam maupun briket arang sekam. Arang sekam dapat dengan mudah untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar yang tidak berasap dengan nilai kalori yang cukup tinggi. (Selengkapnya baca di sini)

Tulisan ini atas sumbangsih Mila Andriana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *