Cetak Biru Indonesia Hijau dengan Bajaj Biru dan Gas Bumi PGN

Salah satu gagasan brilian dari Hendi Prio Santoso adalah Bajaj Bahan Bakar Gas. Bahan bakar gas telah dari dulu dikampanyekan sebagai energi baik dan bahan bakar yang efisien serta ramah lingkungan. Salah satu transportasi umum yang telah menggunakan bahan bakar gas bumi sebagai energi baik ini adalah bajaj. Dengan menggunakan alat transportasi yang sangat umum dan merakyat di Jakarta, yaitu bajaj, gas bumi diusung sebagai energi yang mudah diakses, banyak tersedia dan sangat terjangkau oleh masyarakat umum.

Seorang sopir bajaj bernama Muhamad Zarkoni merasakan hematnya menggunakan bahan bakar gas bumi daripada bensin. Hal ini karena gas bumi merupakan energi baik, efisien, dan tersedia banyak di Indonesia sehinga tidak perlu impor. Harga gas per liter dijual Rp 3.100, sedangkan bensin premium sekitar Rp 6.500. Hal itu lah yang membuat Zarkoni lebih memilih bahan bakar gas. Sehari paling tidak sekitar Rp 20.000-Rp 25.000 BBM diperlukan untuk bensin tangkinya yang kecil, sedangkan untuk gas bumi, hanya perlu Rp 25.000 untuk memenuhi tangki.

Ia mengaku jika menggunakan bahan bakar gas, Rp 20.000 itu bisa dia gunakan untuk mengitari Jakarta dalam sehari. Berbeda bila menggunakan bensin dimana  Rp 20.000 bisa habis dalam waktu 2 jam. Pengemudi bajaj menyatakan bahwa pengeluaran bahan bakar gas bahkan tidak sampai Rp 20.000 untuk dipakai seharian. Di dalam bajaj Zarkoni terdapat dua tangki tempat menampung bahan bakar yang terdiri dari satu tangki menampung bensin dan satu tangki penyimpanan gas. Namun, ia lebih sering menggunakan gas daripada bensin karena harganya lebih irit. (Selengkapnya baca di sini)

Tulisan ini atas sumbangsih Sheila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *