Energi Alternatif yang Mungkin Kalian Belum Tahu

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tak terlepas dari energi. Ada berbagai jenis energi, salah satunya adalah energi alternatif. Energi alternatif adalah energi yang digunakan untuk menggantikan energi dari minyak bumi. Ada berbagai jenis energi alternatif yang tersedia di alam, antara lain: energi matahari, energi angin, energi air, dan energi panas bumi. Berikut adalah beberapa contoh energi alternatif yang mungkin kalian belum tahu:

  1. Kotoran manusia

Kotoran manusia atau human excreta dapat dijadikan menjadi pupuk organic yang berkualitas. Sayangnya belum banyak yang tahu mengenai ini. Kotoran manusia dapat menghasilkan energi alternatif yang terbarukan dalam bentuk biogas atau sebagai fertilizer yakni penyubur tanaman alias pupuk. Kegiatan mengolah sampah dan limbah manusia oleh mayarakat sendiri, dapat dipergunakan untuk membangun perekonomian masyarakat Indonesia. Sosialisasi mengenai pengolahan limbah manusia sangat diperlukan karena pengetahuan bahwa limbah manusia dapat bermanfaat masih sangat minim.

  1. Limbah salak

Salak busuk yang biasanya dibuang ternyata dapat dimanfaatkan, hamper semua dari salak busuk tersebut dapat dimanfaatkan dari kulit sampai biji. Proses pembuatan etanol dari buah salak yang dilakukan antara lain menggiling dan memfermentasi salak seperti gambar berikut:

salak

  1. Air sampah

Air yang dihasilkan dari sampah ternyata bila dikelola dengan benar dapat bermanfaat dan digunakan sebagai energi alternatif dari energi listrik. Yang menyebabkan ide untuk memanfaatkan air sampah tersebut adalah karena pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang tinggi di kota Malang yang menyebabkan tingginya beban sampah yang mencapai 600 – 800 ton setiap harinya dan menghasilkan 800 liter air sampah untuk setiap harinya.

Air sampah atau air lindi biasanya mengandung senyawa-senyawa organik seperti: Hidrokarbon, Asam Humat, Sulfat, Tanat dan Galat dan anorganik  seperti: Natrium, Kalium, Kalsium, Magnesium, Khlor, Sulfat, Fosfat, Fenol, Nitrogen dan senyawa logam berat yang tinggi. Konsentrasi dari komponen-komponen tersebut dapat mencapai 1000 sampai 5000 kali lebih tinggi dari pada konsentrasi dalam air tanah. (Selengkapnya baca di sini)

Tulisan ini atas sumbangsih Amelia Hadiwinata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *