Gagasan-gagasan untuk Penguatan Sektor Energi di Indonesia

Energi yang tersimpan di dalam bumi Ibu pertiwi ternyata ada beragam sumber energi yang bisa kita manfaatkan. Salah sumber energi yakni migas, Indonesia memiliki cadangan minyak dan gas bumi konvensional sebesar 22 miliar barel, di mana 4 miliar diantaranya terpulihkan (renewable). Jumlah tersebut kira-kira setara dengan produksi minyak selama 10 tahun dan produksi gas selama 50 tahun (BP Statistical Review of World Energy, 2014).

Selain itu juga Indonesia memiliki sumber daya yang besar dalam bentuk tenaga matahari, angin, biomassa, dan biofuel (bahan bakar nabati). Namun, potensi ini belum dimanfaatkan sepenuhnya. Oleh karena itu, ada beberapa gagasan yang akan dilakukan untuk penguatan sektor energi di Indonesia.

Mengatasi permasalahan dibalik lambatnya penambahan energi listrik. Diketahui bahwa industri listrik di Indonesia masih belum optimal. Pemerintah sudah memberikan subsidi cukup besar untuk konsumen guna menjaga harga tetap stabil tapi pendapatan produsen hanya bisa menutupi sekitar 2/3 dari biaya produksi.

Pada tahun 2011, pemerintah sudah berencana untuk melakukan peningkatan pembangkit listrik tenaga minyak yang diproyeksikan sebesar 5 persen dari keseluruhan pembangkit pada tahun 2013, tetapi jumlah aktualnya adalah 13 persen. Namun, program tersebut terkendala karena banyaknya halangan seperti pembebasan lahan, perizinan, dan eksekusi konstruksi di lapangan.

Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Indonesia mencanangkan tujuan untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik dari 42 GW pada akhir tahun 2013 menjadi 90 G. Program ini merupakan inisiatif dari Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) dan Kementerian Keuangan.

Memperkenalkan insentif yang sesuai (tailored incentives) untuk eksplorasi dan pengembangan minyak dan gas, termasuk minyak nonkonvensional. Indonesia membutuhkan investasi yang besar untuk melakukan eksplorisasi dan pengembangan baru dalam sektor minyak dan gas. Namun, data menunjukkan realitas yang menyedihkan bahwa adanya penurunan cadangan minyak dari 5,6 barel di tahun 2010 menjadi 3,6 sekarang ini. Meskipun banyaknya potensi sumber daya alam tinggi menurut ahli di bidang sektor perminyakan, masih banyak sejumlah tantangan yang harus diselesaikan.

Untuk mengatasi masalah penurunan produksi, Indonesia perlu melakukan tiga hal:

Selengkapnya silakan baca di sini

Tulisan ini atas sumbangsih Anita Majid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *