Gas Bumi Banyak Dinanti Industri Makanan dan Minuman

Adakah industri yang abadi di dunia? Jawabannya ada. Salah satunya adalah industri makanan dan minuman. Industri ini akan berumur panjang dan akan selalu terus dicari manusia bahkan sampai kiamat, tak terkecuali di Indonesia. Apa hubungannya dengan gas bumi?

Sebagai negara dengan jumlah populasi manusianya mencapai 200 juta jiwa, Indonesia menjadi sasaran empuk bagi berkembanganya industri makanan dan minuman. Terlebih, penduduk Indonesia mayoritas muslim, hal ini tentu menjadi kesempatan bagi industri ini untuk terus menyediakan suplai makanan dan minuman, khususnya ketika memasuki bulan puasa sehingga bisa menaikkan jumlah volume penjualan seperti yang diakui Ketua Asosiasi Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S Lukman.

“Akan terjadi lonjakan permintaan produk makanan dan minuman hingga 30% sepanjang Mei-Juli lalu. Kenaikan tertinggi terjadi saat Ramadan dan menyumbang signifikan terhadap pertumbuhan industri makanan dan minuman,” pada Juli lalu seperti yang dikutip CNN Indonesia.

Permintaan konsumen yang meningkat tajam ini juga tentu akan berpengaruh pada meningkatnya industri makanan dan minuman. Berdasarkan catatan mereka yang penulis dapatkan dari beberapa berita, mengatakan pada kuartal II 2016, industri makanan dan minuman mengalami kenaikan hingga 8%. Hal ini dianggap cukup stabil sebab meski volume penjualan meningkat, tapi dari sisi harga jual di pasaran tak naik.

Meski begitu, pencapaian sebesar 8 % tetap masih aman bagi industri ini sebab menjadi salah satu penyumbang tersebar bagi ekonomi Indonesia. Industri makanan dan minuman disebut-sebut berkontribusi sebesar 5,5% dari produk domestik bruto nasional dan 31% dari produk domestik bruto industri pengolahan nonmigas. Artinya, sektor makanan dan minuman menjadi topang penting bagi pertumbuhan industri di Indonesia.

Peran Penting Gas Bumi

Menjamurnya industri makanan dan minuman dalam negeri pastilah membutuhkan bahan-bahan untuk memproduksinya. Entah itu bahan yang berasal dalam negeri atau yang diimpor. Begitupun dengan bahan bakar. Gas bumi ternyata memiliki peran yang besar dalam industri ini.

Sifatnya yang ramah lingkungan, murah, dan mudah mendapatkannya menjadi penilaian utama bagi kalangan industri makanan dan minuman menggunakan gas bumi. Meski begitu, diakui oleh Adhi S Lukman, saat ini masih sedikit industri yang menggunakan bahan bakar yang disuplai Perusahaan Gas Negara (PGN) ini. (Selengkapnya di sini)

Penulis Puput Helmy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *