Gas Bumi Hidupkan Perekonomian Indonesia

Gas Bumi yang dikelola oleh PT PGN Tbk(Perusahaan Gas Negara) ternyata dapat membantu pertumbuhan perekonomian Indonesia. Melalui program konversi BBM (Bahan Bakar Minyak) ke bahan bakar gas (BBG), Indonesia dapat menghemat anggaran subsidi BBM sampai dengan meningkatkan minat investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Pertama, melalui konversi BBM ke gas bumi, Indonesia dapat menciptakan penghematan nasional sebesar Rp 88,03 triliun per tahun. Penghematan ini didapat karena pengalihan pelanggan menggunakan bahan bakar gas. Pada 2015, PGN menyalurkan gas bumi mencapai 1.591 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Kedua, melalui percepatan konversi BBM ke gas bumi, diharapkan  sektor industri dan ekonomi akan tumbuh lebih cepat dengan tingkat daya saing yang semakin kuat. Ketersediaan energi murah seperti gas bumi akan mendorong masuknya investasi dan investor ke berbagai sektor industri.

Ketiga, konversi penggunaan BBM ke gas bumi dapat meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak. Misalnya saja pada PT Aneka Tambang Tbk. atau yang biasa disebut dengan PT Antam yang merupakan perusahaan pertambangan yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia (65%) dan masyarakat (35%). PT Antam di Pomalaa, Sulawesi Tenggara mendapatkan pasokan  gas bumi untuk bahan bakar pabrik feronikel dari anak usaha PGN yakni PT PGN LNG . Dengan dapat pasokan gas tersebut, Antam dapat menurunkan biaya produksi feronikelnya sebesar US$ 1 per 0,4 kg. Hal ini dapat menjadikan Antam menjadi lebih kompetitif serta menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi dari lini usaha nikel. (Selengkapnya baca di sini)

Tulisan ini atas sumbangsih Nurul Indra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *