Hari Bumi, antara Seruan dan Kenyataan

Setiap peringatan hari bumi pasti selalu diadakan berbagai acara simbolis yang bertemakan hemat energi, lingkungan hidup, kelestarian alam, dampak kemajuan teknologi dan lainya, yang perlu di tumbuhkan juga di kurangi serta di cegah dampak negatifnya. Kemajuan teknologi dan pertumbuhan dunia industri tidak bisa di cegah sejak di temukanya mesin mesin canggih yang sampai dengan saat ini kita bisa saksikan.

Salah satu industri yang turut menyumbang emisi serta meningkatnya konsumsi energi adalah industri transportasi. Kendaraan bermotor yang hampir setiap perjalanan kita gunakan tumbuh pesat dan terus menerus bertambah. Tanpa kita sadari setiap hari kita menjadi kontributor penambah sesaknya nafas bumi dan pemangsa energi yang tersedia.

Salah satu seruan yang paling populer kita dapatkan di perkotaan adalah ajakan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Tidak sedikit pecinta lingkungan maupun pemerintah mengajak kita menggunakan transportasi umum, bersepeda, atau berjalan kaki. Ajakan seperti ini sebetulnya memiliki multi manfaat, Selain dapat mengurangi produksi gas sisa atau karbon, bersepeda dan berjalan kaki, bisa membuat otot tubuh kita ber aktifitas, berkeringat dan ini juga merupakan pengganti olah raga yang sekaligus juga mencapai tujuan lain.

Kampanye pemerintah daerah di ibu kota untuk menggunakan kendaraan umum juga merupakan salah satu tindakan yang mengajak kita untuk kembali ke kebersamaan, mengurangi sikap egoisme serta memperbanyak waktu dan kesempatan kita untuk ber interaksi dengan orang lain, yang sebetulnya merupakan kebutuhan pokok kita sebagai mahluk sosial. (Selengkapnya baca di sini)

Tulisan ini atas sumbangsih M. Arbib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *