Hei Manusia, Berhentilah Jadi ‘Monster’ Penghancur Bumi!

Bumi semakin panas. Hasil riset NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) menyatakan bahwa tahun 2015 tercatat sebagai tahun terpanas dengan temperatur permukaan tanah meningkat jadi 1,26 derajat Celcius, melebihi suhu yang tercatat di tahun 2012, yakni 0,06 derajat Celcius. Suhu di Kutub Utara menanjak hingga angka 0 derajat Celsius, atau berkisar di titik leleh. “Ini 10 derajat lebih tinggi dari rata-rata tahun ini,” kata Brandon Miller, seorang meteorolog CNN seperti dilansir dari IFL Science awal Januari 2015.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, musim dingin 2015 merupakan yang terhangat dalam beberapa periode ini. Bahkan, Antartika pun terkena imbasnya. Penelitian terkini memproyeksikan pelelehan beting es Antartika meningkat menjadi dua kali lipat pada 2050 dan pada 2100 pelelehan akan melampaui intensitas jika emisi gas rumah kaca dari konsumsi bahan bakar fosil terus berada di tingkat seperti sekarang.

North Pole Melting 2015 via Google
North Pole Melting 2015 via Google

Kenaikan suhu ini terjadi karena dua alasan. Pertama, adanya massa bertekanan rendah yang bergerak sepanjang Amerika Serikat hingga Eropa; dibarengi tekanan tinggi di daerah Siberia, Rusia. Dua pergerakan ini menyebabkan badai musim dingin di sekitar Atlantik, yang menyapu hawa panas dari area Selatan ke Utara.

“Jadi, hawa panas dari Afrika dan Eropa berpindah ke arah utara, dan meningkatkan suhu di kutub,” kata Miller. Kondisi ini tentu memperburuk lelehan es di Kutub Utara yang semakin meningkat akibat pemanasan global. Selama musim panas, lelehan es dalam jumlah besar memang tak terhindarkan. Namun, bila musim dingin yang biasanya menjadi momen restorasi jumlah es bagi Kutub Utara tak lagi dapat diandalkan, maka ada ancaman kumpulan es raksasa ini akan lenyap dari muka bumi. (Selengkapnya di sini)

Penulis Hetty Indrarini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *