Katanya Harga Gas Bumi Mahal? Kenapa Masih Banyak UMKM Gunakan?

Sebagai negara ketiga, Indonesia banyak melahirkan pelaku usaha yang jumlah tumbuh setiap tahun. Salah satunya UMKM. Menurut data Badan Pusat Statistik, pada tahun 1997, jumlah UMKM sebanyak 39.765.110 juta unit.  Data terbaru per 2014, jumlahnya terus naik menjadi 57.89 juta unit atau sekitar 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

Dari banyaknya jumlah UMKM di Indonesia, persaingan untuk tetap bertahan di dunia usaha kreatif ini tentu menjadi strategi sendiri. Perhitungan soal anggaran modal sampai keuntungan sudah jelas dipikirkan masing-masing. Bagi UMKM yang menggunakan bahan bakar, tentu menjadi perhatian tersendiri. Terutama bagi UMKM kelas menengah yang tak begitu banyak memiliki modal atau investasi jangka panjang, tentu memilih bahan bakar menjadi persoalan serius. Dan gas bumi nyatanya menjadi solusi bagi beberapa pelaku UMKM berikut ini:

Baru-baru ini, nasi jamblang Nu Wahid masuk berita karena menggunakan gas bumi. Bukan sekadar menggunakan bahan bakar, pasalnya Nur Wahid merasa bisa menghemat pengeluaran hingga Rp 12 juta dalam sebulan.

Menurutnya, seperti dikutip dari kompas.com, ia sudah menggunakan gas bumi yang mengalir melalui jaringan pipa gas PGN ini sejak tahun 2008. Sebelumnya, ia menggunakan bahan bakar gas elpiji. Sebelumnya untuk produksi nasi jamblang, Nur menggunakan bahan bakar Liquefied Petroleum Gas (LPG), biaya yang dikeluarkan cukup besar Rp 18 juta sampai 20 juta per bulan. Tapi sejak jadi pelanggan PGN pada 2008, biaya tagihan gas bumi hanya Rp 7-8 juta per bulan.

Selain mendatangkan penghematan, gas bumi yang di pasok PGN mengalir terus selama 24 jam, sehingga tidak ada kekhawatiran kehabisan bahan bakar saat memasak atau repot angkut-angkut tabung LPG. (Selengkapnya di sini)

Penulis Puput Helmy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *