Kisah Perjalanan Uranium, dari Tambang ke Pemakaman (Ep.2)

Assalamualaikum~ 
Halo disini siapa yang nungguin kelanjutan ceritanya Uranium yang bisa berubah menjadi energilistrik? Dilanjut yuk~

siklus uranium

4. Fabrikasi Bahan Bakar

Fabrikasi (perangkat) bahan bakar nuklir diawali dengan proses konversi UF6 yang telah diperkaya menjadi serbuk uranium dioksida (UO2) yang kemudian dibentuk menjadi pil-pil (pelet) silinder melalui penekanan dan diteruskan dengan pemanggangan dalam suasana gas hidrogen pada temperatur tinggi (1700 C) hingga membentuk pelet UO2 berderajat keramik yang rapat dan kuat.

Pelet-pelet UO2 yang memenuhi persyaratan kualitas kemudian dimasukkan ke dalam sebuah selongsong dari bahan paduan zirconium (zircalloy).

Setelah kedua ujung selongsong ditutup dan dilas, batang bahan bakar (fuel rod) disusun membentuk suatu perangkat bakar (fuel assembly).

Biasanya dalam satu Pressurized Water Reactor (PWR, salah satu reaktor nuklir) 1000 MWe berisi sekitar 160 perangkat bakar. Total batang bahan bakar yang digunakan mencapai 42000 buah. Setiap batang bahan bakar kira-kira berisi 300 – 370 pelet UO2 yang masing-masing pelet beratnya 6 – 7 gram.

Pabrik perangkat bakar PWR terbesar di dunia antara lain adalah Westinghouse – USA dengan kapasitas produksi 1600 ton/tahun, Global Nuclear Fuel – Americas dengan kapasitas produksi 1200 ton/tahun, Ulba – Kazakhstan dengan kapasitas produksi 2000 ton/tahun, TVEL Elektrosal – Rusia dengan kapasitas produksi 1020 ton/tahun, TVEL Novosibirsk – Rusia dengan kapasitas produksi 1000 ton/tahun, dan FBFC – Perancis dengan kapasitas produksi 820 ton/tahun.

Negara lain pengoperasi PLTN yang juga memproduksi perangka bakar adalah Jepang, Korea Selatan, China, India, Argentina, Brazil, Inggis (UK), dll.

Di dalam teras reaktor, sejumlah U-238 akan menyerap neutron hasil reaksi fisi dan berubah menjadi plutonium (Pu-239).

Setengah dari plutonium yang dihasilkan juga mengalami reaksi fisi dan menghasilkan sepertiga dari energi total reaktor. Untuk mempertahankan kinerja reaktor, sekitar sepertiga dari bahan bakar yang digunakan di dalam teras harus diganti dengan bahan bakar baru setiap satu tahun atau setiap 18 bulan.

(Selengkapnya baca di sini)

Tulisan ini atas sumbangsih Miftahul Jannah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *