Kisah Perjalanan Uranium, dari Tambang ke Pemakaman (Ep.3-end)

Assalamualaikum~

Ini adalah episode terakhir dari perjalanan Uranium yang merupakan sumber energi yang luar biasa…. Di episode sebelumnya, uranium sudah berhasil berubah menjadi energi listrik. Namun perjalanannya tidak selesai begitu saja karena sisa bahan bakar dari reaksi nuklir berbahaya. Apakah yang akan terjadi? *drumroll*. Let’s check it out…!

6. Penyimpanan Sementara Bahan Bakar Bekas 

Kolam penyimpanan bahan bakar bekas
sumber: ilmunuklir.wordpress.com
Bahan bakar bekas sangat radioaktif serta mengeluarkan banyak panas. Untuk penanganan yang aman dan selamat, bahan bakar bekas yang baru dikeluarkan dari reaktor akan disimpan dalam kolam khusus untuk menurunkan panas maupun radioaktivitas. Air di dalam kolam berfungsi sebagai penghalang terhadap radiasi dan pemindah panas dari baban bakar bekas.

Bahan bakar bekas dapat disimpan di kolam penyimpanan untuk waktu yang lama (sampai lima puluh tahun atau lebih), sebelum akhirnya diolah ulang atau dikirim ke pembuangan akhir sebagai limbah (penyimpanan lestari).Alternatif lain, setelah tingkat radioaktivitas dan pemancaran panas bahan bakar bekas menurun drastis, bahan bakar bekas dapat dikeluarkan dari kolam penyimpanan dan selanjutnyadisimpan dengan cara kering. Perisai radiasi yang cukup murah dan pendinginan alamiah yang bebas perawatan, menjadikan cara ini menjadi pilihan yang menarik.

7. Reprocessing (Olah Ulang)

Bahan bakar bekas masih mengandung sekitar 96% (480 kg) uranium dengan kandungan bahan fisil U-235 kurang dari 1%. Kemudian 3% (15 kg) dari bahan bakar bekas berupa produk fisi yang dapat dikategorikan sebagai limbah aktivitas tinggi, dan 1% (5 kg) sisanya berupa plutonium (Pu) yang diproduksi selama bahan bakar berada di dalam reaktor dan tidak mengalami pembakaran.

Pemisahan uranium dan plutonium dari produk fisi dilakukan dengan memotong elemen bakar kemudian melarutkannya ke dalam asam. Uranium yang didapat dari proses pemisahan ini bisa dikonversi kembali menjadi uranium hexaflourida (Kembali ke tahap 2). Adapun plutonium yang diperoleh dapat dicampur dengan uranium diperkaya untuk menghasilkan bahan bakar MOX (Mixed Oxide).

Beberapa PLTN PWR di dunia khususnya di Eropa telah menggunakan bahan bakar MOX walaupun sifatnya masih parsial, yaitu 20 – 30%. Jepang dalam waktu dekat ini berencana untuk memuati sepertiga dari 54 PLTN-nya dengan bahan bakar MOX.

Adapun 3% limbah radioaktif tinggi yang dihasilkan dari proses olah ulang adalah produk fisi yang jumlahnya sekitar 750 kg pertahun dari reaktor daya 1000 MWe. Limbah ini mula-mula disimpan dalam bentuk cairan untuk kemudian dipadatkan.

Proses olah ulang bahan bakar bekas dilakukan di fasilitas yang ada di Eropa dan Rusia dengan kapasitas 5000 ton per tahun, dan total produksi selama hampir 40 tahun telah mencapai sekitar 90000 ton.

(Selengkapnya baca di sini)

Tulisan ini atas sumbangsih Miftahul Jannah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *