Manajemen Air untuk Rakyat Indonesia

Hari Air Sedunia yang diperingati 22 Maret 2016 lalu masih menyisakan berbagai persoalan. Krisis air telah menyebar di dunia. Distribusi sumber daya air  (SDA) juga tidak merata. Terutama air bersih layak konsumsi. Hingga kini, pengelolaan SDA berfokus hampir secara eksklusif untuk orang-orang tertentu, sehingga air masih sulit diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Selain tidak merata, masalah air di Indonesia adalah terlalu banyak saat musim hujan, terlalu sedikit saat kemarau, dan kotor,” ujar Direktur Bina Penatagunaan Sumber Daya Air (SDA) Agus Suprapto, di Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Senin (21/3/2016).

Rakyat Indonesia masih harus ‘nrimo’ dengan keadaan kebanjiran di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Karena itulah, kata Agus, pentingnya membangun infrastruktur seperti bendungan. Bendungan berfungsi untuk menampung air pada saat musim hujan, dan mengalirkannya saat musim kemarau. Sementara masalah air yang kotor, perlu diselesaikan dengan cara pengelolaan, khususnya di perkotaan. Menurut Agus, untuk mengatasi permasalahan air, dibutuhkan penanganan infrastruktur hingga pengelolaannya.

Berbagai laporan mengenai kondisi neraca air Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia masih mengalami surplus air. Air sebagai energi alternatif telah dimanfaatkan secara luas di Indonesia yang dalam skala besar telah digunakan sebagai pembangkit listrik. (Selengkapnya baca di sini)

Tulisan ini atas sumbangsih Hetty Indrarini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *