Melalui Konversi BBM ke BBG, Pemerintah Siap Mensukseskan Diversifikasi Energi

Sumber foto: viva.co.id

Defisit energi minyak bumi yang kian melebar memaksa pemangku kepentingan negeri ini berfikir keras. Kebergantungan terhadap sumber energi fosil tidak bisa diandalkan lagi, bahkan jika kondisi seperti ini terus dibiarkan tampa ada eksplorasi sumber minyak yang baru, tidak mustahil dalam kurun waktu 20 tahun dari sekarang akan terjadi krisis energi di republik ini. Tentu hal itu menjadi konsen pemerintah dan segenap elemen bangsa untuk mengatasinya.

Kondisi seperti itu menyebabkan Indonesia tidak bisa lagi bergantung sepenuhnya tehadap energi fosil jika tidak ingin prediksi kelangkaan energi akan benar benar terjadi. Negeri ini jelas membutuhkan kontribusi energi lain sesuai dengan strategi energi bauran Indonesia.

Dalam kondisi demikian, tidak ada jalan lain yang dapat dilakukan pemerintah kecuali memaksimalkan upaya diversifikasi energi salah satunya dengan konversi BBM ke BBG.

Konversi ke BBG akan sangat menguntungkan bagi bangsa ini dimasa mendatang mengingat Potensi gas bumi yang dimiliki Indonesia berdasarkan status tahun 2008 mencapai 170 TSCF dan produksi per tahun mencapai 2,87 TSCF, dengan komposisi tersebut Indonesia memiliki reserve to production (R/P) mencapai 59 tahun. R/P gas bumi yang begitu besar harus dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi domestik. Terkait dengan pemanfaatan gas bumi untuk domestik, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM No.03 Tahun 2010 tentang Alokasi dan Pemanfaatan Gas Bumi Untuk Kebutuhan Dalam Neger.

Selain itu pemerintah juga menugaskan PGN sebagai leading sector dalam hal pemanfaatan gas bumi. Dalam hal ini PGN sudah melakukan beberapa langkah untuk mempercepat upaya konversi dari BBM ke BBG, yaitu:

Untuk artikel lebih lanjut silakan baca di blog ini

Tulisan ini disumbangkan oleh Fadli Readi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *