Mengurangi Limbah Elektronik untuk Energi Alternatif

Dewasa ini perkembangan pengolahan limbah dan energi alternatif menjadi perhatian dunia, karena kemajuan teknologi yang memberikan berbagai kemudahan manusia juga menghasilkan berbagai masalah. Semakin menumpuknya sampah elektronik akibat pergantian gadget dari produsen yang saling berlomba-lomba memberikan feature terkini serta konsumerisme masyaralat yang seperti selalu ingin memiliki gadget tercanggih.

Sampah elektronik atau e-waste ini mengandung komponen-komponen yang berbahaya bagi lingkungan dan dikategorikan sebagai limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) seperti merkuri, timbal, kromium, arsenik dan lain-lain. Oleh sebab itu limbah ini perlu penanganan khusus agar tidak membahayakan lingkungan.

Belum lagi semakin parahnya polusi, serta makin menipisnya sumber daya alam untuk energi. Bumi semakin membutuhkan solusi, tak terkecuali di Indonesia. Untungnya, semakin banyak para penemu yang inovatif dan mampu memberikan solusi bagi kebutuhan energi alternatif serta pengolahan limbah elektronik. Lima penemu Indonesia dari Pati, Jawa Tengah dan Banten turut memberikan sumbangsihnya bagi kelestarian alam.

Dua peneliti muda dari Pati Jawa Tengah melakukan riset manfaat serat limbah pelepah pohon pisang dan kulit singkong. Dari risetnya, mereka berhasil mengembangkan bahan komposit dari serat limbah pelepah pohon pisang dan kulit singkong menjadi bahan material untuk interior pesawat. Temuan ini membuka jalan bagi penggunaan limbah pelepah pohon pisang dan kulit singkong sebagaipengganti fiber glass yang sangat merugikan lingkungan hidup. (Selengkapnya di sini)

Tulisan ini atas sumbangsih Shelomita Savitri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *