Peringatan Hari Bumi Hanya Sebuah Seremonial Belaka

Setiap tanggal 22 April penghuni planet bumi selalu memperingati “Hari Bumi” sedunia. Peringatan hari bumi ini diselenggarakan pertama kalinya lebih dari 43 tahun lalu yakni pada tanggal 22 April 1970 di Amerika Serikat yang di gagas oleh Gaylord Nelson, seorang senator Amerika dari Negara bagian Wisconsin yang juga seorang pengajar tentang lingkungan hidup. Jutaan orang turun ke jalan, berdemonstrasi dan memadati Fifth Avenue di New York ketika itu untuk mengecam para perusak bumi. Momen tersebut kemudian menjadi tonggak sejarah diperingatinya sebagai Hari Bumi.

Namun apalah arti sebuah peringatan, hal itu hanya akan menjadi sebuah seremunial belaka tampa adanya sebuah action yang nyata dari semua lapisan masyarakat. Begitu banyak seremunial di dunia ini, mulai dari hari ibu, yang hingga saat ini tidak juga mampu mensejajarkan kaum hawa terhadap kaum adam dalam berbagai lini kehidupan. Hingga peringatan hari kesaktian pancasila yang juga hingga saat ini tidak mampu menanamkan nilai nilai pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Peringatan hari bumi yang digelar rutin setiap tahun hanya akan menjadi fatamorgana yang semu, para aktifis lingkungan akan untuk gigi berorasi, para pejabat – sok peduli – berbondong-bondong melakukan aksi tanam pohon disana sini, lalu setelah itu selesai,tidak ada follow upnya.

Fakta kecil bahwa peringatan hari bumi hanya menjadi sebuah seremunial belaka adalah masih maraknya penggundulan hutan secara besar-besaran dengan cara menebang pohon untuk membuka lahan lahan perkebunan baru. (Selengkapnya baca di sini)

Tulisan ini atas sumbangsih Fadli Readi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *