PGN Bangun Toilet Umum dan Fasum di Danau Toba

Hi, Assalamualaikum! Bagaimana mudik dan Lebaran kalian? Lancarkah? Pertama-tama, saya ingin ucapkan minal aidzin wal faidzin bagi pembaca blog ini. Kedua, saya masih teringat—jika tak pantas disebut terngiang-ngiang—soal insiden mudik tempo hari di Tol Brebes Exit Timur atau Brexit sampai 2-3 hari terjebak macet di jalan, yang terparah adalah meninggalnya 12 pemudik di sana. Di sosmed pun tersebar penampakan bagaimana kengerian jalanan terjadi, di antaranya tumpukan sampah dan antrian panjang di toilet umum dadakan.

Kenapa itu semua terjadi?

Menurut saya, hal itu dimungkinkan terjadi karena buruknya fasilitas umum yang ada. Ya, fasilitas umum dan fasilitas sosial yang baik adalah salah satu cerminan kinerja pemerintah yang bagus karena semua pembangunan yang ada di negara kita, salah satunya berasal dari pajak yang dikeluarkan tiap tahun oleh keringat rakyat kecuali barisan para Messi yang suka ngemplang pajak ya.

Saya jadi teringat omongan teman sewaktu kuliah, “Jika negara kita gagal merdeka, barangkali satu hal yang mungkin terjadi, bukan pengkhianatan atau politik devide et impera ala Belanda, tapi karena para pejuang kita yang kebelet buang air besar,” katanya berkelakar.

Ya, perihal buang hajat, kecil apalagi besar, menjadi persoalan serius. Siapa yang bisa fokus ketika “panggilan alamiah” itu datang? Sekelas presiden pun tak mampu menahannnya padahal ada kebijakan yang mesti ia sahkan. Oleh karenanya, fasilitas umum macam WC atau toilet mesti diperbanyak sesuai kebutuhan. Infrastrukturnya pun tak bisa asal-asalan harus bagus tahan lama sebab urusan yang satu ini tak bisa diburu-buru, coba bayangkan saja jika kamu lagi enak-enaknya ngeden, tiba-tiba digedor-gedor suruh keluar? Ingat lho, berlama-lama di toilet itu juga bisa menjadi ruang kreativitas. Banyak ide brilian yang lahir saat kita di dalam toilet.

Ngomongin toilet, belum lama ini, Perusahaan Gas Negara (PGN) mendonasikan sejumlah uang untuk pembangunan toilet dan fasilitas umum lainnya seperti bak sampah, membangun jalan setapak, serta satu unit gapura di Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. (Selengkapnya baca di sini)

Tulisan ini atas sumbangsih Ema Fitriyani

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *