PGN Riwayatmu “Kini dan Nanti”

4 dasawarsa silam di mana harga gas bumi pertiwi terpaksa dijual dengan murah, dikarenakan harga BBM masih yang murah dan pemberlakuan subsidi. Alhasil mudah di tebak, PGN pada periode awalnya merugi, kemudian padatahun 1985 lalu, sebidang tanah di Jakarta Pusat milik PGN yang seharusnya menjadi alternatif energi baik saat ini harus dikorbankan untuk menutupi gaji karyawannya. Namun, sekarang Hendi Prio Santoso Dirut PGN menjelaskan, PGN merupakan BUMN yang banyak menghasilkan keuntungan bagi Negara.

Bagaimana bisa dari awalnya yang terseok dan menjual tanah hanya untuk menutupi gaji karyawan namun di tahun 2011 silam menyisihkan keuntungan 5,93 Triluin. Dahulu, selama beberapa tahun bisnis energi baik hanya menyalurkan gas bumi buatan untuk kebutuhan energi di sektor rumah tangga dan penerangan jalan raya yang merugi.

Semangat membangun jaringan gas bumi di berbagai daerah, semua dilakukan untuk mewujudkan cita-cita ketahanan energi baik bagi Indonesia. Tak ayal perubahan strategi dalam memasarkan bisnis dilakukan ketika periode awal. Dengan integritas serta tetesan keringat yang tak terhitung membuat PGN bukan lagi BUMN yang dipandang sebelah mata. Inovasi yang dilakukan dari sebelumnya menyalurkan gas buatan menjadi gas bumi melalui pipa perlahan di tempuh. (Selengkapnya baca di sini)

Tulisan ini atas sumbangsih Adi Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *