Pilih Thorium, Reaktor Nuklir Gen IV sebagai Energi Alternatif

Desain reaktor nuklir sebagai energi alternatif dikategorikan melalui ‘generasi’, yaitu Gen I, II, III,III +, dan IV. Atribut kunci karakteristik pembangunan dan penyebaran reaktor nuklir menerangi perbedaan penting antara berbagai generasi reaktor. Analisis saat ini konsep reaktor yang ada berfokus pada enam faktor kunci reaktor, yaitu efektifitas biaya, keselamatan, keamanan dan nonproliferasi, kesesuaian jaringan, komersialisasi roadmap, dan siklus bahan bakar.

Reaktor nuklir dmulai sejak tahun 1950-an dan sampai saat ini sudah mengalami beberapa generasi. PLTN Gen I merupakan prototipe awal dari reaktor pembangkit daya yang bertujuan untuk membuktikan bahwa energi nuklir dapat dimanfaatkan dengan baik untuk tujuan damai.

Reaktor nuklir generasi pertama digunakan untuk menghasilkan plutonium sebagai bahan senjata nuklir. Selain itu, reaktor nuklir juga digunakan oleh angkatan laut Amerika Amerika untuk menggerakkan kapal selam dan kapal pengangkut pesawat udara.

Pada 20 Desember 1951, listrik dari generator yang digerakkan oleh tenaga nuklir pertama kali dihasilkan oleh Experimental Breeder Reaktor-I (EBR-1) yang berlokasi di Arco, Adaho. Pada 26 Juni 1954, pukul 5:30 pagi, PLTN pertama dunia untuk pertama kalinya mulai beroperasi di Obninsk, Kaluga Oblast,USSR. PLTN ini menghasilkan 5 megawatt, cukup untuk melayani daya 2,000 rumah.

Generasi II mengacu pada kelas reaktor komersial yang dirancang untuk menjadi ekonomis dan handal. Dirancang untuk operasional 40 tahun. Sistem Gen II mulai beroperasi pada akhir tahun 1960 dan terdiri massal dari PWR 400 + komersial dunia dan BWRs. (Selengkapnya baca di sini)

Tulisan atas sumbangsih Hetty Indrarini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *