PLTN dan PLTS Bisa Berdampingan sebagai Solusi Energi Alternatif

Energi merupakan kebutuhan utama era sekarang. Tuntutan gaya hidup yang semakin beragam berdampak langsung kepada kebutuhan energi yang besar. Pertumbuhan ekonomi suatu negara selalu diikuti oleh pertumbuhan energi listrik. Kapasitas terpasang energi listrik di Indonesia masih didominasi oleh pembangkit berbahan bakar batubara dan gas.

Sedangkan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai energi alternatif hanya berkontribusi sebesar 5,7% saja. Pembangkit ini merupakan penghasil gas rumah kaca yang dapat menyebabkan hujan asam dan pemanasan global. Indonesia telah merencanakan untuk mengurangi emisi rumah kaca sebesar 26% pada tahun 2026.

Oleh karena itu perlu kajian yang mendalam mengenai penggunaaan sumber energi yang ramah lingkungan. PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) adalah solusinya karena kedua pembangkit ini adalah sumber energi yang ramah lingkungan.

PLTS dan PLTN mempunyai kelebihan dan kelemahan. Kedua pembangkit ini dikembangkan untuk saling melengkapi satu sama lain. (Selengkapnya baca di sini)

Tulisan ini atas sumbangsih Hetty Indrarini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *