Siklus Limbah untuk Energi Alternatif

Energi alternatif sampai dengan saat ini terus diburu, dikaji, dan diteliti. Berbagai langkah dan tindakan terus di lakukan guna menemukan cara terbaik untuk menemukan hal yang bisa di jadikan pasokan sumber energi guna mencukupi kebutuhan kita di masa mendatang. Semakin tipis dan menyusutnya sumber cadangan energi fosil di seluruh dunia, mengharuskan kita berpikir keluar dari lingkaran umum pola pemakaian energi, untuk keberlangsungan kemajuan teknologi kehidupan manusia.

Berbagai buku dan catatan yang telah kita pelajari telah mencatat tentang suatu ketentuan, mengenai energi yang termaktub dalam hukum kekekalan energi, yang sampai dengan saat ini masih terus di telusuri dan di pelajari oleh berbagai kalangan. Hukum kekekalan energi mengatakan “energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lainya. Mengacu pada hukum kekekalan energi inilah sebetulnya pencarian tentang energi alternatif sampai dengan saat ini terus di kaji dan di teliti.

Konsumsi energi fosil yang dulu di andalkan sebagai penopang ketercukupan bahan bakar guna memanjakan kebutuhan hidup kita sekarang mulai di sadari untuk segera di kurangi. Hal ini mengacu pada proses pengembalian atau perubahan energi setelah di gunakan untuk kembali ke bentuk semula ternyata membutuhkan waktu yang sangat lama hingga berjuta tahun lamanya. Padahal kebutuhan bahan bakar sebagai sumber pergerakan kita terus tumbuh meningkat berlipat kali berbanding terbalik dengan proses perubahan energi secara alami.

Di era teknologi saat ini, hampir setiap kegiatan yang kita lewati selalu berdampingan dengan yang namanya engine atau mesin alias alat bantu. Mesin atau perlengkapan yang setiap hari menjadi teman kita dalam ber aktifitas tentu saja membutuhkan sumber bahan bakar, alias energi. (Selengkapnya baca di sini)

Tulisan ini atas sumbangsih Arbib Musrib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *