Surabaya Makin Jaya dengan Gas Bumi PGN

Melihat dari signifikansi kota Surabaya sebagai kota terbesar ke 2 di Indonesia, rasanya tidak aneh jika permintaan energi untuk kota ini, termasuk gas bumi, juga besar. Surabaya secara demografis adalah wilayah padat pemukiman dengan berbagai kebutuhan komersil.

Surabaya merupakan Kota terbesar kedua Indoensia yang sangat besar peranannya dalam mendistribusikan barang-barang indsutri, peralatan teknik, hasil-hasil pertanian, hasil hutan, sembako, dan sebagainya terutama bagi wilayah Jawa Timur. Namun, Surabaya rentan terkena krisis listrik. Padahal, mengingat peranan Surabaya yang sedemikian penting, maka gangguan seperti Blackout listrik atau mati lampu yang dapat terjadi sewaktu-waktu akan berdampak sangat luas pada roda perekonomian, kesehatan, dan kenyamanan hidup masyarakat kota dan sekitarnya.

Pada tanggal 2 Mei 2016 lalu, Menteri ESDM Sudirman Said, didampingi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beserta jajaran direksi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN, melakukan peresmian jaringan gas (jargas) rumah tangga Surabaya. Proyek ini merupakan salah satu upaya untuk mencapai ketersediaan energi nasional, dalam hal ini Surabaya. Proyek ini akan merealisasikan pembangunan 24.000 sambungan gas rumah tangga untuk 14 kelurahan di Kota Surabaya dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2016.

Sebelumnya, pada 2009, atas dana APBN pula, telah tersambung 2.900 jaringan gas di Kelurahan Kali Rungkut dan Rungkut Kidul. Pengoperasiannya diserahkankelolakan ke PGN. Hal ini untuk mempercepat konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas bumi karena cadangan minyak Indonesia semakin menipis, hanya mampu bertahan sekitar 13 tahun, sementara cadangan gas masih cukup banyak. Penggunaan gas jauh lebih menguntungkan, baik secara ekonomi, lingkungan, maupun bagi masyarakat. (Selengkapnya baca di sini)

Tulisan ini atas sumbangsih Sheila Shelomita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *