Tambah 28.500 Pelanggan Rumah Tangga, Gas Bumi Blusukan ke Kampung di Surabaya-Gresik

Kini, semakin banyak para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Surabaya memanfaatkan gas bumi PGN karena jaringan pipa gas milik perusahaan pelat merah tersebut tanpa sungkan blusukan ke kampung-kampung di wilayah yang terkenal dengan julukan kota pahlawan dan kota industri tersebut.

Kampung Lontong misalnya. Kampung yang dinamai dengan usaha sehari-hari mayoritas  warganya ini  sudah merasakan manfaat menggunakan gas bumi PGN sejak tahun 2014. Sekitar 10 ton sampai 15 ton beras ‘mekar’ tuntas setiap minggunya untuk lontong. Begitu pula ratusan bal daun pisang habis untuk membungkus lontong yang dibuat oleh anggota ‘Paguyuban Pengusaha Lontong Mandiri’ di kampung ini. Produk lontong mereka beredar di pasar-pasar tradisional di Surabaya mulai dari Pasar tembok, Pasar Pakis, Pasar Banyu Urip, Pasar Keputran hingga pasar-pasar lainnya.

Peleh, salah satu pengusaha lontong yang meraih omset sekitar 90 juta rupiah per bulan ini mengaku beruntung karena bisnisnya semakin lancar setelah mendapat pasokan gas bumi dari PGN sejak 2012 silam. “Awalnya hanya sedikit saja pembuat lontong yang mau beralih dari elpiji alias ‘gas melon’ ke gas pipa. Macam-macam alasannya. Ada yang takut soal keamanan, ada yang takut kualitas apinya enggak bagus. Ada juga yang mengundurkan diri habis daftar, takut bayarnya mahal. Ada juga (pembuat lontong) yang enggak bisa pasang karena rumahnya bukan milik sendiri,” lanjutnya.

Semua kekhawatiran warga menurut Peleh, kini terbantahkan. Dari segi keamanan, sejak pemasangan pipa gas lebih dari dua tahun lalu hingga sekarang, tidak ada warga pemakai gas bumi PGN yang mengeluhkannya. Dari sisi ekonomi, dengan menggunakan gas bumi, ia bisa menghemat 500 hingga 700 ribu rupiah per bulan. (Selengkapnya di sini)

Penulis Hetty Indrarini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *