Wujudkan Energi Thorium sebagai Energi Alternatif adalah Misi Mimpi

Menjadikan energi thorium sebagai energi alternatif adalah misi mimpi bagi bangsa Indonesia, ya karena  ketika bertemu dengan suatu halangan rintangan kita terbiasa untuk mengupayakan beribu alasan logis atau dengan akalsehat untuk mencari jalan mudah untuk tidak menyelesaikan suatu misi impian. Indonesia butuh orang orang gila untuk mewujudkan impian-impian tersebut.

Thorium ditemukan pada tahun 1828 dan namanya diambil dari Thor, nama Dewa Petir bangsa Viking atau Norseman (sumber). Jika hanya butuh 40 tahun untuk mengkomersilkan thorium untuk Pembangkit Listrik sebagai enegi alternatif  rasanya sudah tepat jika pemerintah sekarang mulai melakukan langkah langkah ekplorasi, ekploitasi hingga ke produksi hingga 40 sampai 100 tahun ke depan bangsa indonesia tidak lagi mengalami ketergantungan pada energi olahan hasil bumi seperti minyak dan gas saja.

Sekilas pendapat tentang minyak menurut sepengetahuan dan imajinasi penulis
***
Berdasarkan hukum kekekalan energi maka minyak tidak dapat di musnahkan. BBM atau minyak olahan yg terbakar berubah bentuk menjadi karbon dioksida dan dan gas sisa lainya. Gas tersebut melayang ke udara kemudian turun kembali melalui hujan , teriknya matahari dan hembusan sejuknya angin berlalu.

Pada waktu sinar terik matahari tumbuhan dari mulai ganggang atau lumut hingga pepohonan rindang menjulang pemandangan menyerapnya untuk di gunakan membantu proses pertumbuhan dan perkembang biakan. Oleh karena itu, setiap mahluk hidup memiliki unsur minyak hanya kadarnya yg berbeda-beda.

Pada hutan belantara tumbuhan sering di makan babi hutan oleh karena itu maka terdapatlah minyak babi yg sering di pemasalahkan industri permakanan. Terutama masalah halal-haram. (Selengkapnya baca di sini)

Tulisan ini atas sumbangsih Arbib Musrib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *